sahla aurelia

Lucu ketika cinta masih hinggap lalu dengan mudahnya berpikir bahwa itu akan menetap selamanya.

Seperti yakin akan bintang yang berpendar sepanjang semesta ini ada.

Lucu ketika tiba saatnya tidak lagi rasakan apa-apa lalu dengan mudahnya salahkan cinta.

Padahal belum genap satu warsa, bintang itu sudah sirna.

--

--